SMK Diponegoro Majenang

Jl. Raya Pahonjean Km. 2

Mendidik dengan hati demi prestasi generasi cerdas berbudi

SISTEM EFI ( ELECTRONIC FUEL INJECTION )

Senin, 09 April 2018 ~ Oleh Memas Iryanto, ST., S.Pd. ~ Dilihat 5423 Kali

URAIAN

Mesin dengan karburator konvensional, jumlah bahan bakar yang diperlukan oleh mesin diatur oleh karbuarator. Pada mesin yang menggunakan sistem EFI, jumlah bahan bakar diatur oleh komputer dengan mengirimkan bahan bakar ke silinder melalui injektor.

Sistem EFI menentukan jumlah bahan bakar yang presisi disesuaikan dengan jumlah dan temperatur udara yang masuk, kecepatan mesin, temperatur air pendingin, posisi katup throttle, pengembunan oxygen di dalam exhaust pipe dan kondisi penting lainnya.

Keistimewaan EFI dibandingkan Karburator

  1. Memungkikan pembentukan campuran yang homogen pada setiap silinder
  2. Perbandingan udara dan bahan bakar akurat
  3. Respon yang baik sesuai dengan pembukaan sudut throttle
  4. Koreksi campuran udara dan bahan bakar yang sesuai
  5. Pemasukan campuran udara dan bahan bakar lebih effisien

 

TIPE-TIPE EFI

Ada dua tipe sistem EFI yang diklasifikasikan dengan metode jumlah deteksi intake udara yaitu : L-EFI dan D-EFI.

  1. L-EFI (Tipe kontrol aliran udara)

Tipe ini menggunakan meter aliran udara (airflow meter) untuk mendeteksi jumlah udara yang mengalir didalam manifold intake (intake manifold). Ada dua tipe metode pendeteksian: Satunya langsung mengukur massa intake udara, dan satunya lagi membuat koreksi berdasarkan volume udara.

Sistem L-EFI dapat mengontrol penginjeksian bahan bakar lebih tepat dibandingkan dengan sistem D-EFI.

 

 L-EFI disebut juga “L-Jetronic” L berasal dari bahasa Jerman yaitu “Luft” yang berarti udara dan “Jetronic” adalah istilah Bosch yang berarti penginjeksian (injection).

 

  1. D-EFI (Tipe kontrol tekanan manifold)

Tipe ini mengukur tekanan di dalam manifold intake (intake manifold) dan kemudian melakukan perhitungan jumlah udara yang masuk.

D-EFI disebut juga “D-Jetronic”, yaiut ‘D’ yang berarti Druck (tekanan) dan ‘Jetronic’ yang berarti penginjeksian (injection).

 

SUSUNAN DASAR SISTEM EFI

 

Sensor adalah perangkat electronic yang berfungsi menangkap data dari luar dan selanjutnya memberikan report ke ECU.

ECU/ECM (Electronic Control Unit atau Electronic Control Modul) adalah satu perangkat electronic yang berfungsi memproses data yang diberikan sensor  dan selanjutnya memerintahkan kepada actuator untuk melakukan satu aktivitas tertentu.

Actuator, adalah perangkat electronic yang berfungsi untuk melakukan tugas tertentu  atas  perintah dari ECM. Contoh actuator yaitu injector.

Sistem EFI dapat dibagi menjadi 3 sistem fungsional, yaitu : sistem bahan bakar (fuel system), sistem induksi udara (air induction system), dan sistem pengontrol elektronik (electronic control system).

 

  

  1. Sistem Bahan Bakar (Fuel System)

Bahan bakar dihisap dari tangki bahan bakar (fuel tank) oleh pompa bahan bakar (fuel pimp) kemudian dialirkan ke saringan bahan bakar (fuel filter) melalui pipa (fuel line).

Bahan bakar yang telah disaring kemudian dialirkan ke injektor dan cold start injection. Tekanan bahan bakar di dalam saluran bahan bakar (fuel line) diatur dan dikontrol oleh pressure regulator. Kelebihan bahan bakar dialirkan kembali ke tangki bahan bakar melalui return line.

Getaran pada bahan bakar yang disebabkan oleh adanya penginjeksian diredam oleh pulsation damper. Bahan bakar diinjeksikan oleh injektor ke dalam intake manifold sesuai dengan injection signal dari EFI computer. Cold star injector menginjeksikan bahan bakar langsung ke air intake chamber saat cuaca dingin sehingga mesin dapat dihidupkan dengan mudah.

 

 

  1. Sistem Induksi Udara (Air Induction System)

Udara bersih dari saringan udara (air cleaner) masuk ke air flow meter dengan membuka measuring plat, besarnya pembukaan ini tergantung pada kecepatan aliran udarayang masuk ke intake chamber.

Besarnya udara yang masuk ke intake chamber ditentukan oleh lebarnya katup throttle terbuka. Aliran udara masuk ke intake manifold kemudian ke ruang bakar (combustion chamber).

Bila mesin dalam keadaan dingin, air valve mengalirkan udara langsung ke intake chamber dengan membypass throttle. Air valve mengirimkan udara secukupnya ke intake chamber untuk menambah putaran sampai fast idle tanpa memperhatikan apakah throttle dalam keadaan membuka atau tertutup.

Jumlah udara yang masuk dideteksi oleh airflow meter (L-EFI) atau dengan manifold pressure sensor (D-EFI).

 

 

 

 

  1. Sistem Pengontrol Elektronik (Electronic Control System)

Sistem pengontrol elektronik (Electronic Control System) termasuk sensor-sensor untuk mendeteksi kerja mesin dan komputer yang menentukan ketepatan jumlah penginjeksian bahan bakar sesuai dengan signal yang diterima dari sensor-sensor.

Sensor-senor ini mengukur jumlah udara yang dihisap, beban mesin, temperatur air pendingin, temperatur udara, saat akselerasi atau deselerasi, kemudian mengirim signal ke komputer. Komputer menghitung dengan tepat jumlah penginjeksian bahan bakar atas dasar signal tadi dan mengirimkan signal penginjeksian yang diperlukan ke injektor-injeksot.

 

 

Sensor dan Fungsinya

  • Air flow meter

Air flow meter adalah salah satu dari sensor yang digunakan pada L-EFI yaiut untuk mendeteksi massa atau volumeudara intake. Sinyal dari massa atau volume udara intake digunakan sebagai dasar perhitungan dalam menentukan durasi injeksi dan sudut pengajuan pengapian.

  • Manifold pressure sensor

Sensor tekanan manifold (manifold pressure sensor) digunakan pada  D-EFI yaiut untuk menyensor tekanan intake manifold.

  • Ignition signal (IG)

Ignition signal (IG) mendeteksi perubahan tegangan primary pada ignition coil kemudian mengirimkan signal ke ECU untuk menentukan saat openginjeksian sesuai dengan kecepatan mesin.

  • Water temperature sensor

Water temperature sensor mendeteksi temperatur pendingin dan dirubah ke dalam signal tegangan dan mengirim signal ke ECU.

  • Air temperature sensor

Air temperature sensor mendeteksi temperatur udara yang masuk dan dirubah ke dalam signal tegangan selanjutnya dikirim ke ECU.

  • Starter signal (STA)

Sinyal STA digunakan untuk mendeteksi apakah mesin starter atau tidak.
Fungsi utamanya adalah mendapatkan persetujuan dari ECU mesin untuk menambah volume injeksi bahan bakar selama starter.

  • Throttle position sensor

Throttle position sensor berfungsi mengontrol jumlah udara yang masuk dan mendeteksi posisi throttle valve dan dirubah menjadi signal tegangan ke ECU, untuk menentukan posisi mesin pada putaran idling, bekerja dengan beban berat atau beban ringan.

  • Oxygen sensor

Oxygen sensor mendeteksi jumlah sisa oksigen dalam gas buang dirubah menjadi tegangan variabel dan mengirim signal ke ECU. Ini akan membantu komputer menentukan campuran udara dan bahan bakar (perbandingan udara dan bahan bakar) yang disupply ke mesin.

KOMENTAR

yatno - Selasa, 07 Mei 2019

sangat membantu. guru dipo emang jos pokoknya. liat juga blog saya caraimaji.com semoga bisa di jadiin blog e-learning bagi web sekolah ku ini. SMK BISA

...

Cayo, S.Pd

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh Alhamdulillahi robbil alamin kami panjatkan kehadlirat Allah SWT, bahwasannya dengan rahmat dan karunia-Nya lah akhirnya Website sekolah…

Selengkapnya